Latest Post

Tampilkan postingan dengan label hujjah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujjah. Tampilkan semua postingan

Yesus Bukanlah Beragama KRISTEN


Beberapa sejarawan dan pakar Alkitab Internasional telah membuktikan bahwa Yesus selama hidupnya tidak pernah berurusan dengan agama yang bernama “Kristen”. Yesus bahkan tidak tahu menahu dengan adanya agama Kristen tersebut.

Button L. Mark dalam bukunya “Who Knows a New Testament” yang dikutip Dr. Sanihu Munir, mengatakan bahwa para murid-murid Yesus tidak pernah menganggap Yesus sebagai Kristus, karena Yesus bukanlah pendiri agama Kristen. Selanjutnya Dr. Sanihu Munir, mengutip pendapat Michael Bigent, dkk mengatakan bahwa Kristen tidak dapat lagi berkaitan dengan ajaran Yesus, tetapi hanya terkait dengan gambar Yesus saja. Paulus merupakan pendiri dan bapaknya agama Kristen, karena agama Kristen memang dibuat dan diperkenalkan sendiri oleh Paulus.

Dalam naskah laut mati dikatakan bahwa Yesus, Yohanes Pembaptis, dan murid-muridnya bergabung dalam sebuah kelompok yang disebut dengan ”jalan yang lurus”. Jalan lurus artinya jalannya orang-orang yang hanya tunduk dan patuh kepada perintah Allah semata, dan bukan jalannya orang-orang yang sesat. Yesus berkata dalam Alkitab :

Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14 : 6)

Dalam konteks sejarah dan ajaran Yahudi, yang dimaksud dengan perkataan Yesus tentang ”jalan kebenaran” itu adalah nama suatu agama, yang kemudian diadopsi oleh kelompok dan para pengikut Yesus. Mereka menamakan kelompoknya sebagai ”jalan yang lurus”. Kelompok itu terdiri dari orang-orang Yahudi-Nasara yang menyembah Allah (bukan orang-orang Yunani).

Dalam Al-Quran, kata-kata “Jalan yang lurus” itu terdapat pada Al-Qur’an Surat Al-Fatihah ayat 6, yang berbunyi : “Ihdinas shiroothal mustaqiim” yang artinya “Tunjukilah kami jalan yang lurus”. Jalan yang lurus artinya memberi petunjuk kepada kebenaran, dan bukan merupakan jalan yang sesat. Jalan yang lurus adalah jalan yang benar, dan jalan yang benar adalah Islam. Yesus dan murid-muridnya dapat dikatakan adalah orang-orang yang mengikuti jalan Islam.

Pakar Alkitab dan Sejarawan Kristen bernama A.N. Wilson dalam bukunya ”Jesus of Live” halaman 7 yang dikutip oleh Dr. Sanihu Munir, mengatakan bahwa para pengikut Paulus dan orang-orang gereja romawi yang hidup dan berkembang sesudah wafatnya Yesus, tidak pernah bisa memahami ajaran jalan yang lurus yang diajarkan Yesus. Mereka tidak mengerti sejarah bahwa Yesus itu adalah orang Yahudi yang hidup dalam alam Yahudi, dan bukan alam Yunani yang penuh dengan ajaran berhala.

Sejak awal untuk bisa bergabung dengan kelompok jalan yang lurus, seseorang disyaratkan untuk bersunat:

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku." (Kejadian 17:11-14)

Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.” (Kejadian 21:4)

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” (Lukas 2:21)

Harap dicatat, Paulus justru yang mengharamkan sunat (Galatia 5:6 dan 1 Korintus 7:1-19), artinya ia memang terang-terangan menentang ajaran Yesus sebagai ajaran jalan yang lurus. Aneh!? Umat Kristen yang suka membangga-banggakan Yesus, justru menolak ajaran sunat yang merupakan syarat mutlak untuk dapat diterima sebagai pengikut Yesus. Sebaliknya umat Islam justru mengikuti ajaran sunat yang dipersyaratkan oleh Yesus. Bahkan umat Islam sendiri menjadikan sunat sebagai syarat sah bagi seseorang untuk bisa melakukan sholat. Tanpa sunat, tidak bisa sholat. Tanpa sholat, maka ia bukan Islam.
Dr. Sanihu Munir mengutip pernyataan Hendry Cadwick dalam bukunya “The Early Christian”, mengatakan bahwa orang Yahudi biasanya menyebut pengikut Yesus sebagai orang-orang Nasara (Nasrani) atau Muslim.

Paulus juga sebagai pendiri agama Kristen jauh setelah Yesus disalib:

Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen“. (Kis 11:23-26)

Jadi mustahil Yesus beragama Kristen. Sebab kata “Kristen” sendiri berasal dari kata “Kristus”, yang maksudnya orang yang menyembah Yesus Kristus atau menjadikan Yesus sebagai Tuhan atau orang-orang yang menyembah Tuhan dalam nama Yesus. Suatu hal yang aneh dan tidak masuk akal, jika Yesus mengajarkan ajaran yang harus menyembah dirinya sendiri, karena selama hidupnya Yesus mengatakan hanya Tuhan yang baik dan patut disembah. Coba perhatikan perkataan Yesus berikut ini

"Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"  (Matius 4:10 dan Lukas 4:8)

Jawab Yesus : Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik, hanya satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya. (Matius 19:17 ~ Alkitab KJV Douay-Rheims Bible)

Dapat dipastikan Yesus adalah seorang muslim, sebab ia tidak pernah sekalipun berani mengatakan dirinya adalah Tuhan. Muslim yang baik adalah orang-orang yang takut menyekutukan Tuhan. Seorang Muslim tidak berani menyatakan Tuhan itu ada tiga atau lebih. Seorang Muslim hanya mau mengatakan Tuhan itu Esa. Dalam Al-Qur’an, Allah sendiri menegaskan bahwa Yesus tidak pernah mengatakan dirinya sebagai Tuhan yang harus disembah-sembah. Firman Allah :

Dan tatkala Isa (Yesus) datang membawa keterangan dia berkata : Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat).” (Q.S. Az-Zukhruf:63-65)

Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. “(Maitus 20:28)

Dalam ayat  tersebut Yesus katakan bahwa dia hanyalah anak manusia, karena dia terlahir dari rahim ibunya. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak mungkin hanya untuk menebus dosa-dosa manusia, nyawa Tuhan sendiri yang dikorbankan. Timbul pertanyaan lain; bagaimana dengan nasib orang-orang yang lahir dan mati sebelum kedatangan Yesus sebagai penebus dosa manusia? Tuhan Maha Kuasa, tentu Dia berhak untuk mengampuni dosa-dosa manusia tanpa harus mengorbankan “Anak-Nya” sendiri. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak mungkin Tuhan mengorbankan nyawanya untuk manusia. Manusia-lah yang berkorban untuk Tuhan, bukan Tuhan untuk manusia.

[QS. Al-Baqarah 140]:
ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah: "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.

Perhatikan kata yang dicetak tebal diatas, menyembunyikan syahadah/syahadat artinya sebenarnya dalam Yahudi dan Nasrani ada syahadah, tetapi mereka tidak mengakuinya atau menyembunyikannya. Mari kita buka Alkitab, buka Yohanes 17: 3:

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."

Identik bukan dengan syahadah dalam Islam?

Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusannya.


-o0o-

Koreksi Al-Qur'an terhadap agama yang berdasarkan legenda/mythos



Panduan Al Qur-an

A. Firman Allah dalam Surah Al Maidah ayat 17, bahwa dihukumkan kafir bagi barang siapa yang beranggapan bahwa Al Masih ibnu Maryam adalah Allah.

B. Firman Allah dalam Surah An Nisa’ ayat 157, bahwa sesungguhnya Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak disalib, maka berarti anggapan mereka terhadap Isa adalah bukan atas dasar ilmu, tetapi hanya berdasarkan dhon [duga-duga].

C. Firman Allah dalam Surah At Taubah ayat 30, bahwa orang-orang Yahudi dan Nashrani telah mengikuti jejak yang sesat, yaitu beranggapan bahwa Uzair dan Isa itu adalah anak Allah; Hal tersebut merupakan bukti tentang kepercayaan mereka yang hanya berdasarkan "legenda/mythos" dari kepercayaan kuno.

D. Firman Allah dalam Surah An Nisa ayat 171, bahwa Kaum Ahli Kitab benar-benar dalam kesesatan karena pernyataan mereka "Tuhan itu Tiga", sehingga bertambah jelas tentang kepalsuan mereka, padahal Allah telah tetapkan bahwa Al Masih ibnu Maryam adalah "Utusan Allah".


Analisa dan Pembahasan

Dalil dari ayat-ayat tersebut memberikan gambaran yang cukup jelas, bahwa Ahli Kitab telah merubah Di-nullah menjadi Agama dari hasil imajinasi mereka berdasarkan legenda/mythos, sehingga Bani Israil dinyatakan sebagai kaum yang mendustakan kepada sebagian Utusan Allah dan sebagian lagi mereka bunuh [qa70s5=al maidah]; Pembuktiannya antara lain sebagai berikut:

1. Dalam "Hinduisme", terdapat kepercayaan tentang "Trimurti" atau Sang Bathara Tri, yaitu mempercayai tentang Tuhan beroknum tiga, yaitu:

a. "Brahma" sebagai Allah Bapak dan sebagai pencipta yang berarti oknum pertama.

b. "Wisynu" sebagai pelindung ummat manusia dan menjelmakan dirinya menjadi manusia, yang berarti oknum kedua.

c. "Syiwa" [:Nara] sebagai prinsip, dasar untuk menguraikan dan memberi keterangan dan dapat kembali sesering mungkin; Maka inilah yang dianggap sebagai ruhul kudus.

2. Dalam "Agama Kristen", tuhan mempunyai Oknum Tiga, yaitu:

a. "Allah Bapak", sebagai oknum pertama, dalam bhs.Latin: Pater, dalam bhs.Inggris: Father bhs.Belanda: Vader, bhs.Jerman: Vater.

b. "Anak" yang diartikan Tuhan, sebagai oknum kedua, dalam bhs. Inggris: Lord, bhs. Belanda: Heer.

c. "Ruhul Kudus", sebagai oknum ketiga, yaitu perpaduan antara Bapak sebagai Pencipta dan Anak sebagai juru selamat [: redeemer].

Ketiga oknum tersebut dikenal dengan istilah "Trinitas", dalam bhs. Inggris: Trinity, dalam bhs. Belanda: Drieeenheid, dalam bhs. Jerman: Dreieinigkeit, dalam bhs. Indonesia: Tritunggal.-

Dengan demikian maka terjadi kejanggalan yang tidak dapat disangkal, bahwa Kitab Injil telah dimasuki oleh unsur-unsur Yunani [Gerika] yang mempunyai hubungan erat dengan Hindu. Maka "Hindu" sebagai sumber puisi, sumber mythos, sumber dongeng, dengan falsafahnya yang pessimistis telah mempengaruhi "Ahli-ahli fikir besar" antara lain Wolfgang von Goethe, Arthur Schopenhauer, Socrates, Plato, Aristoteles, Montesqoueue dan lain-lain.-

Selanjutnya pembuktian tentang keberadaan "Atharva-Veda dengan Perjanjian Baru [Injil]" secara ringkas adalah sebagai berikut:

1. Suatu Mythos dalam Atharva-Veda, terjadi pada 3000 thn sebelum Masehi, Raja Kansa yang berkuasa di negeri Madura, pada suatu malam di waktu Kansa tak dapat tidur dan sedang berdiri di teras istananya, dia melihat "bintang bergerak" dan sinarnya jatuh ke bumi. Maka dia memanggil Brahmana-Brahmana [para pendeta Hindu] dan menyuruh untuk menyaksikan bintang bergerak tersebut dan kemudian agar menceritakan kebenaran. Maka para Brahmana menceritakan bahwa akan turun Tuhan kedalam tubuh seseorang yang sedang dikandung oleh Devanaki [anak Parvady saudara perempuan Raja Kansa], Anak yang dikandung itu yang akan menjadi tuhan di dunia dan sebagai raja dunia.

2. Dalam Injil Matius 2:2-10, tentang orang-orang Majus yang datang ke Jerusalem menanyakan tentang raja orang Yahudi yang baru lahir, dan mereka akan menyembahnya karena mereka melihat bintangnya di sebelah timur yang berjalan dan berhenti di atas tempat kelahiran Jesus.

3. Begitu pula Budha sebagai reinkarnasi tuhan yang lahir tahun 547 sebelum Masehi. Pada waktu Budha wafat berumur 80 tahun, maka terjadi gempa bumi, meteor jatuh, gerhana matahari, dan guntur bersaut-sautan atau langit bergemuruh.-

4. Dalam Injil Matius 27:51, kemudian Lukas 23:44-45; Maksudnya secara ringkas bahwa pada saat Jesus wafat tiba-tiba tirai di Bait Allah koyak (robek) terbelah dua, bumi gempa, dan batu-batu gunung terbelah-belah.

Kemudian kira-kira pukul duabelas tengah hari gelap gulita hingga pukul tiga petang, cahaya matahari menghilang.

Dengan perbandingan yang beralasan tersebut, maka berarti bahwa "Perjanjian Baru" [Injil] merupakan suatu agama yang baru berdiri dan berasal dari agama Krisyna yang lama. Dengan demikian berarti bahwa agama Kristen telah membiarkan dirinya diinfiltril oleh Hinduisme. Maka sejarah Injil yang menurut Islam sebagai Dinullah yang diamanatkan Allah atas Jesus [Isa] telah mengalami kekeruhan baik penulis-penulisnya maupun muktamar-muktamarnya dan sebagainya. Kebenaran Dinullah yang murni telah ditekan oleh kaum fanatisme membuat kepercayaan tanpa akal dan fikiran sehat, mengadakan pemotongan-pemotongan dan penjiplakan agama serta pemutar balikan kebenaran, sehingga lantaran itu bermunculanlah syaithon-syaithon yang berkedok agama, sebagai contoh antara lain "Paulus". Dan ini menimbulkan anggapan bahwa "seolah-olah Paulus sebagai Pendiri Agama Kristen". [Anggapan tersebut dapat anda baca dalam Encyclopedia Britannica jilid 17 hal.393].-

Paulus sebagai orang yang telah berjasa besar dalam pengembaraannya "meletakkan bagan-bagan agama Kristen yang berantagonisme, yang berlawanan dengan ajaran Isa Al Masih kepada kaum kafir", karena dia mempunyai pengetahuan yang luas tentang mythologi, dongeng-dongeng tentang "Anak Tuhan" yang turun untuk menebus dosa manusia dengan darahnya, antara lain tentang Dionysus, Krisyna, Mithra, Osiris, Attis, Horus, Apollo, Hercules dan lain-lain tentang Anak Tuhan dari Bapak.

Inilah gambaran Paulus "si Orang Picik", ibarat Ulama’ Su’, karena hanya merasakan ad-Din itu dan tidak pernah memikirkannya, maka akan merendahkan kemuliaan ad-Din itu sesuai dengan kepicikannya, sehingga Ad-Din berubah menjadi agama.- Dia telah menjadikan Jesus sebagai "kambing hitam" [Scapegoat / Ziindebok].-

Di dalam "The Uses of the Past" hal.80. Prof.Muller menyebutkan [dalam terjemahan]: "Tentunya standar-standar ilmiyah dari suatu Kebenaran bukan satu-satunya ukuran, namun standar-standar ini adalah penting untuk mencapai kebenaran yang sesuai dengan pembacaan, fakta dan histori. Orang Kristen tidak mengusahakan untuk memecahkan apakah Jesus anak Tuhan atau bukan. Mereka hanya memperbincangkan apa yang dikatakannya atau "diperbuatnya" melalui tulisan-tulisan yang tidak pasti". [-Cobalah anda perbandingkan dengan Orang Islam yang hanya berpedoman dengan Hadits tanpa diselidiki siapa yang telah membuat hadits tersebut, apakah benar dari Rasulullah atau dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab!-].-

Seorang ahli Injil dari Alexandria bernama "Arius" pada thn.325 sesudah Masehi telah menunjukkan buah fikiran yang lebih logis, yaitu dia mengatakan bahwa Tuhan itu Esa, sedangkan Jesus hanya diciptakan Tuhan dari tidak ada, yang mempunyai zat yang berlainan dengan Zat Tuhan [:heteroousios], tetapi akhirnya dia harus dibuang ke Allyria, karena tidak mau menanda tangani "Syahadat" yang telah dipaksakan oleh kaisar Konstantin.-

Begitu juga seorang reformator Kristen, yaitu Marthin Luther, yang mendirikan Protestan, yang merasa kebingungan, sehingga dia tidak habis-habisnya mengeluhkan tentang keberadaan Jesus, sehingga dia membuat surat kepada orang-orang Kristen di Anwerpen menyampaikan isi hatinya tentang kebingungannya terhadap keberadaan Jesus sebagai tuhan atau bukan.-

Pandangan sekilas tentang "Syahadat Kristen"

Pada tahun 325 sesudah Masehi, Kaisar Konstantin, kaisar Roma [272-337], mengumpulkan uskup-uskup berjumlah 2048 orang [-dalam Encyclopedia lain ada tertulis 2000 uskup-] di kota Nikea untuk melangsungkan Muktamar. Kemudian di antara jumlah yang sebanyak itu ternyata yang dibolehkan mengikuti sidang hanya sebanyak 318 orang oleh kaisar. Dalam mengamati orang-orang yang mengikuti sidang itu maka seorang Uskup dari Heraclea bernama "Sabinus" memberikan penilaian terhadap mereka bahwa "Kecuali Konstantin sendiri dan Eusebius Pamphilius, mereka adalah makhluq-makhluq sederhana yang buta huruf yang tak mengetahui apa-apa" [dapat dibaca Herold Sherman dalam "You live after death" hal.112].

Di dalam sidang tersebut hanya "Arius" berasal dari Alexandria seperti "Athanasius", tetapi Arius bertentangan pendapat dengan Athanasius yang berpendapat bahwa Jesus adalah anak yang sama zat dengan Tuhan.

Maka Arius dengan pengikut-pengikutnya "tidak mau menanda tangani syahadat" yang dipaksakan oleh Konstantin dengan diputuskannya sebagai wahyu Ruhul kudus, dan akhirnya Arius dan pengikutnya "dibuang ke Illyria".

Kemudian Athanasius dengan dibantu oleh para uskup dari Barat [:Gerika] dan kaisar Konstantin yang menginginkan perdamaian, telah menetapkan dengan suatu keputusan "yang menjadi Syahadat Kristen", yaitu sebagai berikut:

"We believe in the God, the Father the Father Almighty, Maker of all things, visible and invisible; and in one Lord Jesus Christ the only begotten Son of God, begotten of the Father [that is of the essence of the Father], before all worlds, God of God, Light of Light, God of very God, begotten not made, being one substance [homoousios] with the Father".-

[=Kami percaya pada Tuhan, Bapak, Bapak Maha Kuasa, Pencipta semua benda, yang kelihatan dan yang tidak; dan kepada satu Tuhan [Lord] Jesus Kristus, Anak lelaki Tunggal dari Tuhan, anak kelahiran dari Bapak [yaitu dari sari (zat) dari Bapak] sebelum seluruh alam, Tuhan dari Tuhan, Cahaya dari Cahaya, Tuhan dari Tuhan yang sesungguhnya, dilahirkan [dari Tuhan] dan bukan dicipta [oleh Tuhan], adalah satu zat dengan Bapak…….dst=].-

Kemudian tentang penetapan "Hari Lahir dan Hari Sembahyang atau Hari Besar", bahwa dalam menetapkan Hari Lahir Jesus, gereja-gereja Barat telah memilih tanggal 25 Desember, yang sebenarnya adalah hari tradisi orang-orang kafir untuk hari pesta yang dianggap sebagai hari suci untuk "tuhan Matahari". Raja Konstantin telah mengeluarkan dekrit pada tahun 321 Masehi, yang menetapkan hari pesta umum pada "Hari Minggu" sebagai pengganti hari Sabbat Yahudi, karena dia benci Yahudi dengan segala yang bersangkutan dengannya, dengan berkata: "Hari ini dianggap Hari permulaan sembahyang, namun hari dari Matahari adalah tuhan kami". Inilah yang ditetapkan oleh gereja-gereja Barat dengan tanpa mengetahui bahwa hari itu adalah hari penyembahan terhadap Matahari oleh orang-orang kafir [pagan].-

-o0o-

Al-Qur'an, Tentang Cahaya BULAN



Para Penggugat dan Penghujat Islam sering mempermasalahkan QS.Nuh :16 sebagai ayat Alqur’an yang tidak ilmiah karena mengatakan bulan bercahaya (dalam persepsi mereka bercahaya artinya udah pasti memancarkan cahaya sendiri seperti lampu petromaks). Bagaimana Alqur’an menjelaskan bahwa cahaya bulan hanya pantulan dari cahaya matahari, sedangkan matahari menghasilkan cahaya sendiri? 

Untuk memahami ini ada baiknya kita jangan hanya berkutat pada satu ayat, pelajarilah Al-Qur’an secara keseluruhan. Jangan sepotong-sepotong dan yang paling penting, pelajari tinjauan nahwu shorof bahasa Arabnya, bukan cuma terpaku pada terjemahannya. 

Firman Allah Subhanahuwata’ala:

وَجَعَلَ ٱلْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًۭا وَجَعَلَ ٱلشَّمْسَ سِرَاجًۭا

Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya (Nuron) dan menjadikan matahari sebagai pelita (Siroja)” (QS. Nuh:16)

Perhatikan juga ayat-ayat senada berikut ini:

تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًۭا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَٰجًۭا وَقَمَرًۭا مُّنِيرًۭا

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. [25:61]  

jelasnya:  

"Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari bercahaya (sirojan) dan bulan yang meminjam cahayanya (Muniraa)”. (QS. [25] Furqan: 61).

  هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلشَّمْسَ ضِيَآءًۭ وَٱلْقَمَرَ نُورًۭا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا۟ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ  

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (dhiya-a) dan bulan bercahaya (Nuron) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS.Yunus:5)

Imam mufassir Al Baidhawi menafsirkan ayat ini seperti berikut: “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya.” (QS. Yunus: 5) setelah beliau mejelaskan gambaran matahari dan bulan, “Allah swt memberikan pengetahuan kepada kita, bahwasanya matahari bersinar dengan dirinya sendiri, sementara bulan bersinar karena menerima pantulan sinar matahari dan menyerapnya.”

Baca juga ayat ini:

وَجَعَلْنَا سِرَاجًۭا وَهَّاجًۭا

dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),” (QS. An-Naba’:13)

Dalam Al-Qur ‘an, matahari “As-Syams” (ٱلسَّمَآ) selalu menggunakan kata “siroja” (سِرَاجًۭا) yang artinya obor, “dhiya-a”(ضِيَآءًۭ) artinya cahaya kemuliaan atau “wahaj” (وَهَّاجًۭا) yang berarti lampu yang hidup atau terang. Sedangkan untuk bulan “Qomar” (قَمَرًۭ) menggunakan kata “Nur” (نُورًۭ) yang artinya pantulan cahaya atau “Munira” (مُّنِيرًۭا) yang artinya cahaya yang dipinjamkan. Tidak mungkin bulan (Qomar) menggunakan kata “siroja” atau “dhiya-a” atau “wahaj”. Untuk bulan, selalu digunakan kata “Nur” atau “Munira”

Selanjutnya baca juga ayat ini:

ٱلنَّجْمُ ٱلثَّاقِبُ

(yaitu) bintang (An-Najm) yang cahayanya menembus (Ats-Tsaqib),” (QS. At-Thariq:3)

Kata Arab untuk Bintang adalah An-Najm (ٱلنَّجْمُ) dan cahayanya digambarkan dengan Tsaqib (ٱلثَّاقِبُ), dia menembus kegelapan dan menghabiskan dirinya sendiri. Jadi, bintang adalah benda angkasa yang memiliki cahayanya sendiri. Dan salah satu dari bintang-bintang adalah matahari. Berarti matahari pun punya cahaya sendiri, sama seperti bintang lainnya.

Al-Qur’an -- yang bukan karangan manusia tetapi firman Allah -- dengan jelas membedakan bahwa bulan bersinar dari pantulan cahaya matahari dan matahari bersinar dari sumber cahayanya sendiri. Baik matahari maupun bulan, keduanya sama-sama bersifat menerangi, hanya saja selain menerangi matahari juga membawa hawa panas serta menghasilkan cahaya sendiri. Adapun bulan memberi cahaya yang tidak mengandung unsur panas dan hanya memantulkan cahaya matahari. Ini menunjukkan bahwa sesuatu tidak akan dikatakan sebagai "siroj" kecuali selalu disertai dengan panas. Dan yang namanya benda bercahaya seperti bulan misalnya, belum tentu adalah sumber cahaya. Bisa jadi cahayanya berasal dari pantulan cahaya benda lainnya, itu sebabnya kenapa bulan selalu identik dengan "Nur" bukan "Siroj".

Para ahli falaq (perbintangan) atau mereka yang mengenali dengan baik tabiat matahari dan bulan, tentu memahami dua gambaran di atas, terutama bila mereka juga memahami tata-bahasa Arab.

Dengan demikian, siapa pun dapat mengerti bahwa sesungguhnya ayat-ayat Al-Qur'an di atas memberikan informasi yang sangat jelas bahwa matahari memberikan penerangan dari dalam dirinya sendiri, sedangkan bulan dengan cahaya hasil pantulan sinar yang diserapnya (dari matahari).

Tidak dapat disangkal lagi bahwa ayat-ayat Al-Qur'an di atas membedakan cahaya matahari dan cahaya bulan dengan kata-kata yang sangat detail dan teliti. Kita tidak menyebut kamar tidur kita misalnya, dengan kata "siraj" karena ia memberikan cahaya atau sinar, tapi kita katakan cahaya kamar adalah pancaran cahaya lampu yang memancarkan cahaya dari dalam dirinya sendiri. Inilah "siraj" yang memancarkan sinar dan cahaya dari dirinya sendiri.


Jadi, menuduh bahwa QS.Nuh:16 tidak ilmiah jelas-jelas sebuah kesalahan fatal yang melawan kaidah ilmiah itu sendiri!. Penjelasan Al-Qur'an tentang cahaya dua benda langit dimaksud sangat jelas dan sangat ilmiah, dan ajaibnya, sudah diketahui oleh kebanyakan umat muslim sejak 14 abad lalu, jauh sebelum para ilmuan modern sendiri membuat berbagai kesimpulan ilmiah menyangkut cahaya matahari dan cahaya bulan!.

Secara sembrono menggugat ayat-ayat Al-Qur'an tentang sains sebetulnya cuma pemikiran kafir picik yang sama sekali tidak mengerti tata-bahasa Arab namun hanya bermodalkan terjemahan dari situs-situs penghujat Islam melalui Googling plus, tidak diragukan lagi, kedengkian yang tak terobati terhadap kebenaran yang dibawa oleh ajaran Islam.


Lalu, bagaimana penjelasan alkitab tentang cahaya matahari dan bulan ini? Tahukah anda apa kata Alkitab tentang matahari dan bulan? Ternyata Kitab Kejadian menegaskan bahwa matahari dan bulan adalah dua benda langit yang sama-sama berfungsi sebagai penerang (mempunyai cahayanya sendiri-sendiri).  

[Kejadian 1:16] : 
Maka Allah menjadikan KEDUA BENDA PENERANG YANG BESAR ITU, yakni YANG LEBIH BESAR UNTUK MENGUASAI SIANG dan YANG LEBIH KECIL UNTUK MENGUASAI MALAM, dan menjadikan juga bintang-bintang.

Perhatikan kalimat dalam huruf kapital di atas, ada dua benda langit yang sama-sama bersifat penerang:
  1. Yang lebih besar untuk menguasai siang, maksudnya dalah matahari,
  2. Yang lebih kecil untuk menguasai malam, maksudnya adalah bulan.
Ayat di atas sama sekali tidak menjelaskan adanya perbedaan antara mana yang mempunyai cahaya sendiri dan mana pula yang bercahaya karena mendapat pantulan sinar dari yang lain. Semuanya disebut sebagai PENERANG, atau sama-sama menghasilkan cahaya masing-masing, sedangkan kita semua tahu bahwa menurut sains, bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri akan tetapi memantulkan cahaya matahari. Bukan begitu?  

Jadi, sudah jelaslah sekarang mana sebenarnya kitab yang tidak ilmiah bukan?

[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]

Paran, Bacca adalah Mekah

Batu hitam terbukti menjadi Meteorit dikirim dari luar angkasa
Nabi Muhammad, saw, mengklaim bahwa batu itu diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Ibrahim dan putranya Ismail a.s, untuk memberikan lokasi yang tepat dari mana Ka'bah akan dibangun oleh mereka.
 Kami percaya bahwa Nabi Ibrahim dan Ismail membangun Ka'bah.
Para ilmuwan Barat telah menegaskan bahwa batu hitam, yang berada di dekat Ka'bah di Kota Suci Mekkah:
adalah meteorit OBJEK luar!
**** Nabi Muhammad melarang kami menyembah batu apapun! ****
                 Batu hitam dan Ka'bah bukan obyek ibadah dalam Islam! Silahkan kunjungi:                
Islam melarang penyembahan batu hitam, Ka'bah, dan/atau benda lain selain Allah SWT!

Paran dalam Alkitab adalah Mekkah saat ini ;
Bagian-bagian dari artikel ini adalah:
1- Paran dalam Alkitab adalah Mekkah saat ini. 
2- Abraham saw mengirim Hagar dan Ismail ke Paran.
 
3- Mekkah, Bacca dan Paran.
 
4- Lebih Ayat di Paran.
 
5- Kaabah (bangunan hitam kubus di Mekah) dan Mekkah.
 
6- Paulus dalam kitab Galatia dan Penemuan arkeologi terbaru

    menunjukkan bahwa Gunung Sinai berada di Arab Saudi dan tidak di Mesir Sinai gurun. 
7- Arkeolog Kristen membuktikan dari Alkitab bahwa Gunung Sinai berada di "Arab Saudi" saat ini.
 
8- Muhammad dalam Alkitab, (Yesaya 60),  Ziarah ke Mekah ..! 
9- Referensi / Links.


Dalam artikel ini saya akan membuktikan bahwa "Paran" dalam Alkitab memang mengacu pada kota atau wilayah Mekkah di Arab Saudi saat ini, di mana Nabi Nabi Muhammad saw lahir  dan menerima Wahyu Ilahi Islam.

Catatan Penting:
Setelah menyelesaikan artikel ini, silakan kunjungi juga:
Kisah rinci tentang bagaimana Ka'bah dibangun oleh Ibrahim dan putranya Ismail damai atas mereka.
Ka'bah adalah Rumah ALLAH SWT, dan juga disebutkan dalam Alkitab.

Abraham saw mengirim Hagar dan Ismail ke Paran :

Mari kita lihat ayat-ayat berikut: "Kemudian Allah membuka nya [Hagar] mata dan dia melihat sebuah sumur air Jadi dia pergi dan mengisi kulit dengan air dan memberi anak itu minum Allah menyertai anak itu saat ia tumbuh dewasa.. . Ia tinggal di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. Sementara ia tinggal di padang gurun Paran, ibunya punya istri baginya dari Mesir. Pada waktu itu Abimelekh dan Pikhol komandan pasukannya berkata kepada Abraham, "Allah adalah dengan Anda dalam segala hal yang Anda lakukan (Dari Alkitab NIV, Kejadian 21: 19-22)."

Hagar adalah orang Arab. Abraham saw telah menurunkan Ismail darinya, yang 13 tahun lebih tua dari Issac/Ishak. Setelah Sarah, istri Abraham melahirkan Issac, Abraham memutuskan untuk membiarkan Hagar dan anaknya Ismail pergi. Dia dikirim ke padang pasir Arab di wilayah Paran.
Kemudian ALLAH SWT berjanji bahwa Ismail dari dia, dia akan meningkatkan jumlah dan membuat darinya suatu bangsa yang besar, bangsa Arab; "Dan untuk Ismail, Aku telah mendengar Anda: Aku pasti akan memberkatinya, aku akan membuatnya berbuah dan akan sangat meningkatkan angka nya. Dia akan menjadi ayah dari dua belas penguasa, dan aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar. (Dari Alkitab NIV, Kejadian 17:20)"

Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Paran terletak di selatan Sinai di Mesir, "Dia berkata: ‘ TUHAN datang dari Sinai dan terbit atas mereka dari Seir, ia bersinar dari Gunung Paran Ia datang dengan berjuta orang kudus dari selatan, dari-Nya  lereng gunung ‘ (Dari Alkitab NIV, Ulangan 33: 2)"

Kedar datang dari Ismail, "Ini adalah nama anak-anak Ismael, tercantum dalam urutan kelahiran mereka: Nebayot anak sulung Ismael, Kedar, Adbeel, Mibsam, dan Mishma, dan Duma, dan Massa, Hadar, dan Tema, Yetur, Nafish dan Kedma: Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, dengan kota-kota mereka, dan oleh istana mereka, dua belas orang raja sesuai bangsa mereka Kedar dan Arab Kuno (Dari Alkitab NIV, Kejadian 25:13.)" Wilayah gurun Arab dinamai Kedar. Lihat peta kedua di bawah:


Orang Ismael adalah orang Arab bukan Mesir.  Mereka datang dari gurun Arab:

"Ketika mereka duduk untuk makan makanan mereka, mereka mendongak dan melihat sebuah kafilah Ismael datang dari Gilead, unta mereka yang sarat dengan rempah-rempah, balsem dan mur, dan mereka sedang dalam perjalanan mereka untuk membawa mereka ke Mesir.
(Dari Alkitab NIV, Kejadian 37:25)" membawa mereka ke Mesir "berarti membawa mereka ke tanah Mesir. Ini tidak berarti membawa mereka ke arah selatan. Ketika misalnya Anda mengatakan "rumah saya tepat di jalan", bukan berarti rumah terletak di selatan jalan. Rumah bisa berada di sisi utara. Kalimat ini berarti bahwa rumah adalah di jalan, atau akan ditemukan jika orang berjalan dari jalur arah mana yang ditempuh.

Namun Intinya dalam Ayat di atas adalah bahwa Ismael tidak dari Mesir. Mereka datang dari negeri lain. Mereka menunggang unta dan mereka sedang menuju ke Mesir. Arab dikenal sangat bergantung pada unta untuk bepergian. Dan seperti yang kita lihat dari ayat di atas tentang Ismail dan ibunya (Hagar) yang hidup di gurun Paran di Selatan, ini jelas membuktikan kepada kita bahwa gurun Paran terletak di Saudi bukan di Mesir, karena Ismael tidak berdiam di Mesir.



Bacca dan Paran adalah Mekah:

Mari saya sisipkan untuk Anda Ayat berikut dari Alkitab dan Al Quran:

"Berbahagialah orang yang kekuatannya ada padamu, dalam hatinya adalah cara mereka yang melewati lembah Baca membuatnya menjadi baik, hujan juga filleth kolam renang (Dari Alkitab NIV, Mazmur 84:.. 5- 6) " 

( 96 )   Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

( 97 )   Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

"Yang pertama Rumah (ibadah) yang ditunjuk untuk pria adalah bahwa di Makkah penuh berkah dan bimbingan untuk semua jenis makhluk: Di dalamnya ada tanda-tanda nyata; (misalnya) Stasiun Abraham, siapa memasukinya mencapai keamanan; ziarah kedalamnya  adalah kewajiban manusia kepada Allah mereka yang mampu perjalanan, namun bila siapapun mengingkari iman Allah berdiri tidak membutuhkan apapun dari makhluk-Nya (The Noble Quran, 3: 96-97) " 

"Dan Allah mendengar suara anak itu, dan malaikat Allah memanggil Hagar dari surga, dan berkata kepadanya, Apa aileth engkau, Hagar jangan takut?. Karena Allah telah mendengar suara anak laki-laki di mana dia Bangunlah, angkatlah budak itu, dan menahannya dalam tanganmu, karena Aku akan menjadikan dia suatu bangsa yang besar Dan Tuhan membuka matanya, dan dia melihat sebuah sumur air,. dan dia pergi, dan mengisi botol dengan air, dan memberi anak itu . Dan minum Allah menyertai anak itu, dan ia tumbuh, dan diam di padang gurun, dan menjadi seorang pemanah Dan ia tinggal di padang gurun Paran: dan ibunya membawanya seorang istri keluar dari tanah Mesir (Dari.. Alkitab NIV, Kejadian 21: 17-21) "

Ayat Lebih dari Paran:

"Kemudian orang Israel berangkat dari padang gurun Sinai dan melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat sampai awan mendarat di padang gurun Paran. (Dari Alkitab NIV, Bilangan 10:12)" Di sini gurun Paran berarti wilayah Paran, yang akan baik pada atau dekat Mekkah.

"Setelah itu, orang-orang kiri Hazerot dan berkemah di padang gurun Paran. (Dari Alkitab NIV, Bilangan 12:16)" Di sini gurun Paran berarti wilayah Paran, yang akan baik pada atau dekat Mekkah.

".. Jadi pada perintah TUHAN Musa mengutus mereka dari padang gurun Paran Semua dari mereka adalah pemimpin Israel (Dari Alkitab NIV, Nomor 13: 3)"

"Inilah kata-kata Musa berbicara kepada seluruh  Israel di gurun sebelah timur Sungai Yordan - yaitu, di Araba - berlawanan Suph, antara Paran dan Tophel, Laban, Hazerot dan Dizahab (Dari Alkitab NIV, Ulangan 1:. 1) "

Kaabah (bangunan hitam kubus di Mekah) dan Mekkah:

Atharva Veda X, 2, mantra 28 dan 31:
 
28 Apakah itu dibangun tinggi, dindingnya berada dalam garis lurus atau tidak, tetapi Allah terlihat di setiap sudut itu. Dia yang tahu Rumah Allah, tahu itu karena Tuhan ingat ada. 


31. ini tempat tinggal para malaikat memiliki delapan sirkuit dan sembilan gerbang. Hal ini tak terkalahkan, ada kehidupan kekal di dalamnya dan itu megah dengan cahaya Ilahi.


Ka'bah tidak benar-benar kubus dan sisi-sisinya tidak sama panjang. The Holy Sanctuary (Haram) areal Ka'bah berada di pusat tetap terbuka siang dan malam sepanjang tahun dan selalu penuh dengan orang-orang berdoa dan memohon kepada Allah (Satu Tuhan). Muslim menghadapi ke arah itu selama berdoa dan membentuk lingkaran di Haram (Rumah Suci) dan lingkaran meluas keluar dengan cara inilah dilakukan diseluruh planet Bumi.

Tempat suci (Haram) tetap tak terkalahkan. Abrahah al-Ashram, raja muda Abbysinian Yaman, mencoba untuk menghancurkan dalam 570 CE dengan tentara yang kuat dan gerombolan gajah tetapi dicegah untuk dapat memasuki kota (karena mereka telah berkeyakinan ada yang menjaganya). Orang-orang Makkah telah memutuskan untuk tidak membela Ka'bah, meninggalkan kota dan berlindung di dekat bukit yang menghadap Ka'bah. Atas kehendak Allah, di utus 'Abaabeel' (makhluk terbang, burung) melempari batu ke tentara Abrahah dan hancur, meninggalkan mereka seperti tanaman hijau dimakan oleh ternak.

Kejadian ini dijelaskan dalam Surah (bab) 105 dari Al-Qur'an. Tahun 570 Masehi ini dikenal oleh orang Arab sebagai 'Tahun Gajah, dan Nabi Muhammad lahir pada tahun itu.

Paulus dalam kitab Galatia dan Penemuan arkeologi terbaru menunjukkan bahwa Gunung Sinai berada di Arab Saudi dan tidak di Mesir Sinai gurun:

Penemuan arkeologi baru-baru ini bersama dengan kata-kata Paulus sendiri dalam Galatia 4:25 jelas menunjukkan bahwa Gunung Sinai berada di Arab Saudi. Ini berarti bahwa Paran menjadi selatan dari Mount Sinai  jelas berarti bahwa itu adalah Kota Suci Mekkah seperti yang saya menunjukkan di atas:
Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Paran terletak di selatan Sinai di Mesir, "Dia berkata:." TUHAN datang dari Sinai dan terbit atas mereka dari Seir, ia bersinar dari Gunung Paran Ia datang dengan berjuta orang kudus dari selatan, dari-Nya . lereng gunung ' (Dari Alkitab NIV, Ulangan 33: 2) "

Ayat ini menguraikan lebih lanjut di atas. Sekarang, mari kita lihat Galatia 4:25, maka bukti-bukti arkeologi:
"Hagar singkatan Mount Sinai di tanah Arab dan sesuai dengan kota ini Yerusalem, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya. (Dari Alkitab NIV, Galatia 4:25)"


Sumber: http://www.carm.org/questions/desert.htm

Mengapa tidak ada catatan jutaan orang Yahudi mengembara di padang gurun?

Telah ada banyak spekulasi tentang rute dari Keluaran dan mengapa situs tradisional belum menghasilkan bukti arkeologi. Setelah semua, jika dua juta orang berjalan di padang pasir selama empat puluh tahun, Anda akan berpikir bahwa setidaknya sesuatu akan ditemukan untuk mendukungnya. Tapi, tidak ada sama sekali telah digali di Semenanjung Sinai mendukung kisah Alkitab Keluaran. Berbagai penjelasan untuk rentang ini dari gagasan bahwa secara alami sulit untuk menemukan bukti arkeologi di gurun pasir penjelasan bahwa situs tradisional adalah salah satu.

Pertama-tama, tidak ada temuan arkeologi yang pernah bertentangan dengan Alkitab.
 Arkeologi hanya telah mengkonfirmasi apa yang Alkitab katakan. Seperti telah terjadi dengan begitu banyak hal lain dalam Alkitab, seperti arkeologi berlangsung, mereka pasti akan menemukan bukti di masa depan. Alkitab belum dibuktikan salah oleh arkeologi.

Kedua, kurangnya bukti bukan berarti tidak ada suatu Exodus.
 Namun, ini adalah lereng licin karena memiliki kurangnya bukti untuk pabrik es krim di Jupiter tidak berarti bahwa ada satu.  Apa yang kita butuhkan adalah bukti dan itu adalah adil untuk mengatakan bahwa harus ada beberapa bukti untuk pengembaraan dari dua juta orang selama empat puluh tahun di padang pasir.
 
Ketiga, sangat mungkin bahwa situs tradisional dari gunung gunung Sinai salah. Gal.
Gal. 04:25 mengatakan "Hagar ini gunung Sinai di tanah Arab, dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya."

Hadir teori berurusan dengan Gunung Lokasi Sinai memilikinya di Semenanjung Sinai, namun Alkitab mengatakan itu di Saudi.  Peta ke kanan menunjukkan rute diterima secara tradisional (hitam) dan lokasi diterima saat ini Gunung Sinai. Masalahnya adalah bahwa ada telah benar-benar tidak ada bukti arkeologi yang digali di situs tersebut untuk memverifikasi Keluaran. Rute merah menunjukkan jalur alternatif yang konsisten dengan deskripsi Paulus dalam Gal. 04:25 . Ini akan Mt. Sinai berada di Arab, yang sekarang Arab Saudi, bukan semenanjung Sinai diterima secara tradisional. 

Dalam buku terbaru berjudul "In search of the Mountain Allah," oleh Bob Cornuke dan David Halbrook (Broadman dan Holman, 2000), Bob Cornuke (Kristen) menceritakan kisahnya untuk pergi ke Arab Saudi dengan temannya Larry Williams (a komoditas non-Kristen trader).
 Mereka menemukan bukti dari sebuah situs alternatif mana yang sebenarnya Gunung Sinai mungkin. Bob Cornuke adalah seorang perwira polisi, anggota tim swat, dan TKP penyidik ​​di Southern California dan adalah Presiden Alkitab Arkeologi Cari dan Eksplorasi (BASE) Institute BaseInstitute.org . Dia dan Mr Williams telah menghasilkan video dan buku (tersedia di situs tersebut) di mana mereka mengklaim memiliki menemukan bukti di Arab Saudi untuk mendukung bahwa Gunung Sinai terletak di wilayah perbatasannya. Sekarang, saya harus mengakui bahwa ini belum diverifikasi oleh "resmi" arkeolog, tetapi video, yang saya lihat, tidak menimbulkan beberapa kemungkinan yang menarik. 

Mr Cornuke dan Williams mengklaim memiliki membiarkan Alkitab membimbing mereka ketika mereka mencoba untuk menemukan rute sebenarnya dari orang-orang Yahudi dari Eksodus.
 Melalui trial and error selama beberapa minggu, mereka mengikuti apa yang mereka yakini adalah rute seperti yang ditetapkan oleh Alkitab dan mereka menemukan item yang dijelaskan dalam 

Keluaran 13 - 19 termasuk, mata air, batu split, altar, sebuah jembatan tanah air di akhir Semenanjung Sinai di mana orang Israel bisa menyeberang, dan banyak lagi. Lokasi ini Gunung Sinai menurut penduduk setempat dalam account mereka, dikenal sebagai Jabal Al Laws sebagai secara tradisional dikenal oleh mereka sebagai gunung Musa. Saudi memiliki daerah dipagari dengan tanda-tanda peringatan dalam bahasa Arab dan Inggris memberitahu orang-orang tidak masuk.

Jika memang demikian, mengapa Saudi tidak ingin ada yang tahu tentang tempat? Mungkin karena jika Gunung Sinai terletak di wilayah muslim maka salah satu tempat suci sebagian besar agama Yahudi dan Kristen itu bisa menimbulkan masalah politik yang serius. 

Saya harus mengakui bahwa ini adalah spekulatif saat ini dan belum diverifikasi.
 Tapi video itu menarik. Apakah atau tidak ini adalah pilihan yang valid belum ditentukan dan itu mendukung gagasan bahwa lokasi tradisional Keluaran rute mungkin memang benar, karena Gal. 04:25 tampaknya menunjukkan.



Arkeolog Kristen membuktikan dari Alkitab bahwa Gunung Sinai berada di "Arab Saudi" saat ini:

Sumber: http://www.baseinstitute.org/Sinai_1.html

Apakah Gunung Sinai di SINAI?

Selama berabad-abad para sarjana Alkitab dan peziarah agama telah mencari lokasi nyata Gunung Sinai. Saat ini, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa tidak satu bagian dari bukti kuat telah diproduksi untuk memverifikasi thatwhat secara tradisional ditunjuk di "Gunung Sinai" di selatan pusat Semenanjung Sinai memang thefamed gunung Musa dan Keluaran. Bahkan, satu-satunya alasan diverifikasi bahwa situs tradisional ditunjuk "Gunung Sinai" sama sekali karena mistik Romawi yang ditunjuk dan Helena, ibu dari Konstantinus I, mengurapi itu sebagai benar Gunung Sinai pada awal abad ke-4 Masehi. (Helena juga mengklaim dia menemukan benar "kubur suci" di Yerusalem dan salib Kristus yang benar.)
Beberapa situs yang diusulkan lain untuk benar Mount Sinai telah diusulkan oleh para sarjana Alkitab, tapi sejauh ini mereka telah menghasilkan tidak ada bukti arkeologi untuk mendukung mereka. Jika kita pernah membedakan lokasi yang tepat untuk peristiwa-peristiwa sejarah yang tercatat dalam Kitab Keluaran, penting untuk menggunakan Kitab Suci sebagai panduan, sama seperti kita akan menggunakan dokumen kuno yang telah terbukti handal di masa lalu.

Dalam Perjanjian Baru, Paulus menulis dalam Galatia 4:25, "Hagar singkatan Gunung Sinai di Arab. .. "Meskipun beberapa berpendapat bahwa di sini penunjukan Roma di Arab meliputi Semenanjung Sinai, Saudi di zaman Paulus mencakup wilayah yang lebih besar yang terutama ditunjuk daerah penduduknya Midian kuno, atau modern Arab Saudi. Sebagai "Ibrani," pemahaman Paulus Arab akan menjadi salah satu yang konsisten dengan bagian Perjanjian Lama seperti 1 Raja-raja 10:15, 2 Tawarikh 09:14, Yesaya 21:13, Yeremia 25:24, dan Yehezkiel 27: 21, di mana Saudi jelas diidentifikasi dengan wilayah timur dari Teluk Aqaba, di mana "raja" memerintah dan "Dedanites" co-diam dengan masyarakat nomaden lainnya.
Bahkan lebih jelas, Keluaran 3: 1 jelas mengidentifikasi Mount Horeb (Sinai) sebagai berada di Midian: "Sekarang Musa menggembalakan kambing domba Yitro ayah mertuanya, imam di Midian. Dan ia menggiring kambing domba ke bagian belakang gurun, dan datang ke Horeb, gunung Allah. "Di sini, ada dua isu penting.Pertama, wilayah "Midian" yang disebut di sini tidak diragukan lagi sama dengan masa kini Arab Saudi. Kedua, di situs tradisional dari gunung gunung Sinai di Semenanjung Sinai, tidak ada yang akan menyebabkan ia secara geografis diidentifikasi dengan "back" dari gurun, dalam perbedaan dari lingkungannya. Sebaliknya, situs yang diusulkan oleh BASIS Institute, memang, di sisi yang jauh atau margin padang pasir yang luas di Midian kuno.

Namun, dapat Midian kuno diidentifikasi dengan Semenanjung Sinai, yang pada zaman Musa dianggap sebagai bagian dari Mesir (meskipun ditunjuk sebagai "padang gurun" Mesir)? Hal ini terlihat dari Keluaran 2:15 bahwa keduanya entitas yang terpisah. Setelah membunuh seorang Mesir, Musa melarikan diri dari Mesir untuk tanah yang lebih aman: "Ketika Firaun mendengar hal ini, ia mencoba untuk membunuh Musa, tetapi Musa melarikan diri dari Firaun dan pergi untuk tinggal di Midian." Mesir dan kepemilikannya tidak akan aman untuk Musa dibawah kondisi apapun. Dia tidak akan melarikan diri ke Semenanjung Sinai, di mana arkeologi menunjukkan bahwa Firaun memiliki banyak kepentingan pertambangan dan pos-pos militer. Alkitab jelas bahwa Musa pergi keluar dari Mesir, ke tanah Midian timur dari Teluk Aqaba.

Alkitab membuat beberapa referensi kepada Musa kembali ke Mesir dari Midian, termasuk Keluaran 04:19 di mana kita membaca, "Sekarang TUHAN telah berkata kepada Musa di Midian, 'Kembali ke Mesir, untuk semua orang yang ingin membunuh Anda mati . "Semua bagian yang terkait dengan Musa tinggal di Midian titik menuju masa kini Arab Saudi sebagai daerah yang melarikan diri Musa, kemudian bertemu Allah di semak yang terbakar, dan kemudian kembali dengan anak-anak Israel.

Karena begitu banyak referensi Alkitab serta bukti arkeologi (atau kurangnya itu) menunjuk jauh dari tradisional Gunung Sinai dan menuju Arab Saudi sebagai lokasi gunung sejarah Musa, inspeksi situs yang diperlukan untuk menentukan apakah bukti lain dapat ditemukan untuk mendukung teori ini. Perbatasan tertutup Arab Saudi membuat tidak mungkin bagi tim ulama dan arkeolog untuk memasuki negara itu. Akibatnya, Larry Williams dan aku diam-diam menyelinap ke negara itu, ditelusuri apa yang tampaknya menjadi rute Keluaran, dan menaiki gunung yang banyak sarjana sekarang anggap sebagai benar Gunung Sinai.


Berikut adalah catatan penting petualangan kami, temuan kami, dan bagaimana berhubungan langsung dengan Alkitab.


Sumber: http://www.baseinstitute.org/Sinai_2.html


Gunung Sinai - Bukti

RED SEA CROSSING SITE Dalam 1 Raja-raja 09:26,  Alkitab memberitahu kita, "Raja Salomo juga kapal-kapal di Ezion Geber, yang dekat Elat di Edom, di tepi Laut Merah." Ayat ini memberikan kita beberapa petunjuk menarik. Pertama, Salomo memiliki pelabuhan-rekannya di Elat (Eilat modern) di tepi ujung utara Teluk Aqaba (yang membentuk timur "jari" Laut Merah yang tepat). The NIV Study Bible referensi ayat ini sebagai berikut: "Laut Merah, Ibrani untuk istilah ini, biasanya dibaca sebagai Yam Suph ('lautan alang-alang'), mengacu pada badan air melalui mana Israel lewat pada saat Eksodus. Hal ini juga dapat dibaca, namun, seperti Yam Suph ('laut ujung daratan'),  pembacaan lebih mungkin ketika mengacu pada Laut Merah, dan terutama. . . lengan timur, Teluk Aqaba. "Ini juga bisa berarti bahwa "lautan ujung daratan," di ujung Semenanjung Sinai, merupakan tempat penyeberangan orang Israel. Paling tidak, penggunaan istilah Ibrani yang sama baik untuk tempat orang Israel menyeberangi dan Teluk Aqaba di Elat menunjukkan bahwa badan air yang dimaksud adalah bukan sebuah danau yang terisolasi, tetapi mencakup sebagian besar apa yang kita ketahui sebagai Laut Merah.
LAKES BITTER: Banyak sarjana menunjukkan bahwa persimpangan sebenarnya dari "lautan alang-alang" berada di wilayah Bitter Lakes, utara dari Teluk Suez, di mana beberapa pengamat menyatakan bahwa angin dapat menyebabkan tingkat danau berfluktuasi beberapa meter. Namun, hal ini tidak konsisten dengan banyak referensi Alkitab lainnya, termasuk catatannya secara keseluruhan, Mesir-melanda segerombolan belalang yang tertiup ke Yam Suph (Keluaran 10:19), Salomo berlayar armada kapal di Yam Suph (1 Raja-raja 9 : 26), dan deskripsi dari cara di mana tentara Firaun meninggal di Yam Suph: "Tapi Anda meniup dengan taufan-Mu, lautpun menutupi mereka. Mereka tenggelam seperti timbal di perairan perkasa "(Keluaran 15:10). Wilayah Bitter Lakes adalah rawa tanpa air perkasa. Pada ujung Semenanjung Sinai, namun, di pintu masuk Teluk Aqaba, "air perkasa" Laut Merah dapat mencapai kemarahan yang luar biasa dan kedalaman mengagumkan.

TRADISIONAL MOUNT SINAI: Setelah mengunjungi Gunung Sinai tradisional di selatan Semenanjung Sinai, saya telah melihat tangan pertama bahwa satu-satunya tempat orang Israel mungkin bisa berkemah adalah kecil, daerah lembah datar yang berdekatan dengan gunung, sehingga hanya sekitar satu meter persegi per orang (dengan asumsi bahwa sekitar 2 juta orang terlibat dalam Keluaran). Dan meskipun penyelidikan arkeologi luas di seluruh wilayah, tidak ada yang pernah ditemukan yang dapat meyakinkan dikaitkan dengan Keluaran dari Ibrani dari Mesir atau bahkan bisa berdebat untuk populasi besar orang yang pernah menduduki daerah.

UNDERWATER TANAH BRIDGE: Setelah teori bahwa rute Keluaran benar-benar mengambil masa lalu Ibrani (bukan melalui) Danau pahit dan kemudian ke selatan sepanjang pantai barat Semenanjung Sinai, kami pergi ke ujung Sinai dan menjelajahi topografi bawah laut (batimetri) dari Selat Tiran, di mana Teluk Aqaba paling sempit antara Semenanjung Sinai dan Arab Saudi. Di sana kami menemukan bahwa jembatan tanah air ada yang saat ini sangat bermasalah untuk pengiriman bahwa dua rute yang terpisah atau "jalur" yang ditujukan untuk ke utara dan Selatan kapal untuk melewati. Korelasi lebih lanjut dari akun Alkitab dari rute Keluaran menyebabkan kita menyadari bahwa pembentukan kapal selam yang tidak biasa ini mungkin telah menginjak oleh Ibrani sendiri.

SPRINGS BITTER Mara: Menjelajahi kemungkinan lebih lanjut bahwa Israel melewati perairan Laut Merah di Selat Tiran, kita mengambil pencarian kami untuk landmark di sisi Arab Saudi dari Teluk Aqaba. Di sana kami mulai di garis pantai di sisi timur Selat Tiran dan melakukan perjalanan rute yang paling alami sekitar 30 kilometer ke daratan untuk sekelompok mata air, dimana air di beberapa mata air itu sangat pahit Keluaran 15:. 22-23 memberitahu kami, "Maka Musa membawa Israel dari Laut Merah; kemudian mereka pergi ke padang gurun Syur. Dan mereka pergi tiga hari di padang gurun dan tidak menemukan air. Ketika mereka ke Mara, mereka tidak bisa minum air Mara, karena mereka pahit."

THE 70 Palms DAN 12 SPRINGS OF ELIM: Seperti yang kita umumnya menuju Jabal al Lawz (gunung Arab Saudi yang dipegang oleh generasi Badui menjadi gunung Musa), kita selanjutnya menikmati sekelompok mata air jernih, dengan hutan kecil kelapa pohon berdekatan dengan mereka. Kami mengagumi deskripsi dalam Keluaran 15:27: "Kemudian mereka datang ke Elim, di mana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma; sehingga mereka berkemah di sana di tepi air itu. "

Gua Musa: Sementara di mata air, kami menemukan bahwa beberapa gua di dekatnya sedang digali oleh para arkeolog Saudi. Seorang pekerja di lokasi mengatakan bahwa tulisan-tulisan yang ditemukan di gua-gua menunjukkan bahwa Nabi Musa (Musa) telah datang melalui daerah ini dengan bangsanya Ibrani.

Charred PEAK dan mencair ROCK: Melanjutkan ke Jabal al Lawz, dan setelah banyak manuver untuk mendapatkan akses ke gunung, kami menemukan puncak gunung yang akan benar-benar menghitam, seolah-olah batu telah parah hangus dari luar. Ketika kami mendobrak batu, kami menemukan bahwa mereka benar-benar batu granit dengan menghitam "kulit" dan inti tersentuh granit murni dalam. Kami sudah membaca dalam Keluaran 19:18, "Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api. . . . "

Spidol BATAS: Setelah kami teliti lebih lanjut di sekitar kaki gunung, kami menemukan tumpukan besar batu diatur dalam setengah lingkaran di sekitar depan gunung, berjarak sekitar setiap 400 meter. Berukuran sekitar lima meter dan 20 meter di, tumpukan ini bisa menjadi tanda batas yang didirikan oleh Musa, karena ia telah diperintahkan oleh Allah: ". . . Anda memperingatkan kita berkata, 'set batas di sekitar gunung dan menguduskannya "(Keluaran 19:23).

GOLDEN SAPI ALTAR:  Di daerah datar di dasar gunung kami juga menemukan bahwa batu-batu besar telah ditempatkan bersama-sama, menciptakan formasi altar-seperti 30 meter dan 30 meter di - sangat mungkin altar di mana anak lembu emas didirikan dan disembah oleh umat Allah taat. Pada batu-batu itu terukir gambar kuno dewa banteng, seperti yang dijelaskan dalam Keluaran 32: 4, di mana Aaron ". . . menerima emas dari tangan, dan dia kuno dengan alat ukiran, dan membuat betis dibentuk. "

Lebih Bukti berikut pada halaman berikutnya termasuk informasi tentang anak lembu emas, batu perpecahan di Horeb, 12 pilar, altar Musa dan Elia gua.

Dari http://www.baseinstitute.org/Sinai_3.html


Gunung Sinai - Lebih Bukti
GOLDEN SAPI ALTAR: Di daerah datar di dasar gunung kami juga menemukan bahwa batu-batu besar telah ditempatkan bersama-sama, menciptakan formasi altar-seperti 30 meter dan 30 meter di - sangat mungkin altar di mana anak lembu emas didirikan dan disembah oleh umat Allah taat. Pada batu-batu itu terukir gambar kuno dewa banteng, seperti yang dijelaskan dalam Keluaran 32: 4, di mana Aaron ". . . menerima emas dari tangan, dan dia kuno dengan alat ukiran, dan membuat betis dibentuk. "

MOSES 'ALTAR dan 12 PILLARS: Di kaki gunung kami menemukan sebuah altar berbentuk V, dengan masing-masing lengan sekitar 60 kaki panjang dan 20 kaki lebar. Di samping itu beberapa menggulingkan pilar di bagian berukuran sekitar 22 inci dan diameter 20 inci panjang Keluaran 24:. 4 catatan bahwa Musa ". . .mendirikan mezbah di kaki gunung, dan dua belas pilar sesuai dengan kedua belas suku Israel. "

SPLIT ROCK AT HOREB: (Kredit penuh untuk verifikasi dan dokumentasi dari batu perpecahan di Horeb pergi ke Jim dan Penny Caldwell, yang melakukan penelitian mereka sementara tinggal di Arab Saudi) Salah satu penemuan paling mengejutkan di Jabal al Lawz adalah besar, menonjol, batu split pada sisi barat Jabal al Lawz, yang menunjukkan bukti tercurah air dari dalam - bergerigi batu yang telah dihaluskan off oleh aliran air yang melimpah Keluaran 17: 6, catatan perintah Allah kepada Musa ketika bangsa Israel sekarat kehausan di padang gurun: "Sesungguhnya Aku akan berdiri di hadapan Anda ada di batu di Horeb; dan Anda Pukullah batu itu, maka air akan keluar dari itu, bahwa orang-orang itu bisa minum."


CAVE OF ELIA:

Di ketinggian gunung adalah sebuah gua dimana Elia mungkin telah berdiri untuk mendengar suara Tuhan, seperti yang dijelaskan dalam 1 Raja-Raja 19: 18b, 13b: ". .  dan ia pergi. . . sejauh Horeb, gunung Allah. . .  dan ia pergi keluar dan berdiri di pintu gua itu. . . . "

Ekspedisi ini menghasilkan yang pertama dari banyak bukti baru yang menarik, untuk menunjukkan bahwa Selat Tiran di Teluk Aqaba adalah titik persimpangan untuk rute dari Keluaran, dan bahwa Jabal al Lawz di Arab Saudi adalah benar Gunung Sinai.

Arti penting dalam semua ini adalah bahwa Alkitab lagi tampaknya telah terbukti benar, terpercaya, dan akurat, sampai ke detail terkecil sejarah. Kritik yang mengklaim bahwa Alkitab tidak bersamaan dengan sejarah dikenal dan geografi yang lagi terbukti salah setelah bukti fisik mulai muncul ke permukaan. Kisah dalam Alkitab itu benar, dan implikasi luar biasa.
Tuhan turun di Gunung Sinai terbakar seperti tungku. Dia berbicara kepada Musa dan memberinya Sepuluh Perintah sebagai hukum bagi kehidupan Israel. Dia dikomunikasikan kasih dan rahmat-Nya melalui hukum untuk pengorbanan dan penebusan. Dan meskipun kita tidak layak, Dia memberi kita kesempatan untuk masuk ke dalam pribadi hubungan dan peduli dengan Bapa yang Kekal.

Eksploitasi dari tim DASAR Institute mungkin terdengar seperti berburu harta karun bagi orang lain, tapi petualangan yang lebih penting menunggu mereka yang akan mencari harta Firman Allah. Alkitab menyatakan rencana-Nya untuk rekonsiliasi -. Dan penemuan yang paling penting setiap dari kita pernah dapat membuat adalah bagaimana untuk memulai hubungan pribadi dengan Yesus Kristus ini adalah petualangan terbaik.


Muhammad dalam Alkitab, (Yesaya60), Ziarah ke Mekah ..!

Berikut ini adalah email yang saya terima dari saudara Silent Wisdom ; semoga Allah SWT selalu memberkati.
Dari: silentwisdom_2002@yahoo.com (Diam Kebijaksanaan) 
Untuk: 
Osama Abdallah 
Subj: Muhammad dalam Alkitab, (Yesaya 60), Ziarah ke Mekah ..! 
Tanggal: 7/2/02 6:16:02 Central Daylight Time

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu saudara,

Berikut adalah beberapa nubuat lain tentang kedatangan nabi suci Allah, Muhammad (SAW), dan ziarah di Alkitab.

Yesaya 60 

60: 1 Bangkitlah, bersinar; untuk cahaya-Mu datang, dan kemuliaan TUHAN telah bangkit atasmu. 
60: 2 Karena sesungguhnya kegelapan meliputi bumi, dan kegelapan kotor orang, tetapi TUHAN akan muncul atasmu, dan kemuliaan-Nya akan terlihat atasmu.
 
60: 3 Dan bangsa-bangsa akan datang untuk cahaya-Mu, dan raja-raja untuk kecerahan Mu meningkat.
 
60: 4 Angkat matamu sekelilingnya, dan melihat: semua mereka berkumpul diri bersama-sama, mereka datang kepadamu: anak-anakmu yang datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan dirawat di sisi-Mu.
 
60: 5 Lalu engkau akan melihat, dan mengalir bersama-sama, dan hatimu akan takut, dan menjadi diperbesar;
 karena banyaknya laut akan dikonversikan kepadamu, kekuatan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. 
60: 6 Sejumlah besar unta akan menutupi engkau, yang dromedary Midian dan Efa;
 semua mereka dari Sheba akan datang: mereka akan membawa emas dan kemenyan; dan mereka akan mempertunjukkan sebagainya pujian dari TUHAN. 
60: 7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan melayani Engkau: mereka akan datang dengan penerimaan di atas mezbah tambang,
 dan Aku akan memuliakan rumah kemuliaan-Ku.

Dalam Yesaya 60: 1-7, A nubuatan tentang seorang pria Kudus (nabi) membawa terang Allah kepada dunia. Orang suci ini akan muncul dalam waktu kegelapan mengisi dunia dan menutupi seluruh bumi, Dia akan muncul untuk menghilangkan kegelapan dan menyebarkan terang Allah dan memuji-Nya.
Dalam Yesaya 60: 3 kita membaca "Dan bangsa-bangsa akan datang ke cahaya-Mu", dan itu berarti Nabi ini akan muncul di antara bangsa-bangsa dan Cahaya nya akan mengisi tempatnya di mana bangsa-bangsa akan datang dan mengunjungi.
Dalam Yesaya 60: 4, kita menemukan orang-orang akan datang dari jauh, putra dan putri, semua akan datang bersama-sama untuk cahaya.
Dalam Yesaya 60: 5-6 itu terus memberitahu kita tentang kedatangan orang-orang dari seluruh dunia untuk Cahaya.
Dalam Yesaya 60: 7, artinya jelas, itu Kedar (Mekka), mana ternak dan suku akan berkumpul bersama di bawah cahaya Allah, "mereka akan datang dengan penerimaan di atas mezbah tambang" (Catatan: Muslim selama haji "ziarah" orang menyembelih korban sebagai salah satu upacara dan umat Islam di seluruh dunia berbagi bahwa dari tempat mereka yang disebut Idul Adha).
"Dan aku akan memuliakan rumah kemuliaan-Ku", dan mengacu pada Ka'bah di Mekkah, Baitullah untuk kemuliaan Tuhan. "

Dan nubuat ini disebutkan dalam Al-Qur'an:
Surah Al Hajj (haji) 22,
26. Sesungguhnya! Kami memberikan situs, kepada Abraham, dari (Sacred) House, (mengatakan): "Mengaitkan tidak apa-apa (dalam ibadah) dengan Me, dan menguduskan My House bagi mereka yang kompas itu bulat, atau berdiri, atau membungkuk, atau sujud sendiri (di dalamnya dalam doa).
27 "Dan memberitakan Ziarah di antara manusia: mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan (terpasang) dari setiap jenis unta, bersandar pada catatan perjalanan melalui jalan raya gunung dalam dan jauh;" 
(The Noble Quran, 22: 26-27)

Tentang "Nabi seperti Musa":
Dalam Ulangan 18:18 Kami menemukan Tuhan berkata kepada Musa berikut:
"Aku akan mengangkat mereka seorang Nabi dari antara saudara-saudara mereka, seperti Engkau, dan akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan berbicara kepada mereka semua bahwa aku akan perintahkan dia."
Mengenai ayat ini, orang-orang Kristen yang digunakan untuk menafsirkannya sebagai nubuat tentang kedatangan Mesias, dan misionaris Kristen yang digunakan untuk menciptakan begitu banyak hal untuk membuktikan kesamaan antara Yesus dan Musa (damai atas mereka), tapi itu sendiri menyangkal klaim, karena dapat dibantah oleh satu ayat dari Ulangan, mari kita baca ..
Ulangan 34:10 Dan timbullah bukan seorang nabi karena di Israel seperti Musa, yang TUHAN tahu tatap muka,
Jadi ayat ini dari Ulangan membantah klaim "Nabi seperti Musa" menjadi Yesus (damai atas mereka) sebagai Yesus adalah salah satu nabi Israel.
Salam, 
Kakakmu dalam Islam, 
Salam (Damai) 
Sekarang untuk Yesaya 35:
Yesaya 35 
Joy dari ditebus 
1 gurun dan tanah kering akan 
senang,. Padang gurun akan bersukacita dan mekar suka crocus, 
2 akan meledak mekar;
 itu akan bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan untuk itu, kemegahan Karmel dan Saron; mereka akan melihat kemuliaan TUHAN, kemegahan Allah kita. 
3 Memperkuat tangan lemah, stabil lutut yang memberikan jalan;
 
4 mengatakan kepada mereka dengan hati takut, "Jadilah kuat, jangan takut;
 Allahmu akan datang, dia akan datang dengan pembalasan; dengan pembalasan ilahi ia akan datang untuk menyelamatkan Anda. " 
5 Kemudian akan mata buta dibuka dan telinga tuli unstopped.
 
6 Lalu akan lompatan lumpuh seperti rusa, dan lidah berteriak bisu karena gembira. Air akan menyembur keluar di padang gurun dan sungai
 di padang gurun. 
7 Pasir terbakar akan menjadi kolam renang, tanah haus menggelegak air.
 Dalam menghantui di mana serigala sekali berbaring, rumput dan alang-alang dan papirus akan tumbuh. 
8 Dan jalan raya akan berada di sana; itu akan disebut Jalan Kudus; itu akan bagi mereka yang berjalan di Way bahwa The haram tidak akan perjalanan di atasnya;. bodoh jahat tidak akan pergi tentang di atasnya. 
9 Tidak ada singa akan berada di sana, maupun binatang rakus;
 mereka tidak akan ditemukan di sana. Tapi hanya ditebus akan berjalan di sana, 
10 dan mereka TUHAN telah menyelamatkan akan kembali.
 Mereka akan masuk ke Sion dengan bernyanyi; sukacita abadi akan mahkota kepala mereka. Sukacita dan sukacita akan menyusul mereka, dan kesedihan dan mendesah akan lari menjauh.
Beberapa poin untuk melihat di sini:
1- Kita telah melihat bahwa Alkitab memiliki metafora yang tak terhitung jumlahnya dan alegori di dalamnya, dalam analisis saya pada Yesaya 34, di atas.
2- Jika Yesaya 35: 1 adalah metafora, bukan, maka kemakmuran dan mekar bahwa ayat ini berbicara tentang, untuk Saudi,bisa menjadi spiritual literal, dan tidak satu duniawi dan materialistis.
3- Jika hal ini terjadi, maka kemakmuran ini harus menjadi Islam! Hal ini lebih terlihat dalam "Jalan Kudus" (Yesaya 35: 8)bahwa Saudi akan memiliki di dalamnya, bahwa tidak ada orang yang najis diperbolehkan untuk mengambil. Ini akan, tanpa diragukan lagi, maka akan mengacu pada ziarah tahunan umat Islam ke Mekkah, hari ini.
4- Interpretasi saya kian terbukti dalam ayat-ayat berikut dari Al-Quran dan Alkitab:
"Lihatlah Kami memberikan situs, Untuk Abraham, dari (Sacred) Rumah [Itu adalah! Ka'bah bahwa ia dibangun],(Mengatakan): 'Asosiasi tidak apa-apa (Dalam ibadah) dengan Me, dan menguduskan My House Bagi mereka yang kompas bulat, Atau berdiri, Atau membungkuk, atau sujud (dalamnya dalam doa) dan mewartakan Ziarah di antara manusia. mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan (terpasang) dari setiap jenis unta, bersandar padacatatan perjalanan melalui mendalam dan jalan raya gunung yang jauh; (The Noble Quran, 22: 26-27) "
Yesaya 60 
60: 1 Bangkitlah, bersinar; untuk cahaya-Mu datang, dan kemuliaan TUHAN telah bangkit atasmu. 
60: 2 Karena sesungguhnya kegelapan meliputi bumi, dan kegelapan kotor orang, tetapi TUHAN akan muncul atasmu, dan kemuliaan-Nya akan terlihat atasmu.
 
60: 3 Dan bangsa-bangsa akan datang untuk cahaya-Mu, dan raja-raja untuk kecerahan Mu meningkat.
 
60: 4 Angkat matamu sekelilingnya, dan melihat: semua mereka berkumpul diri bersama-sama, mereka datang kepadamu: anak-anakmu yang datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan dirawat di sisi-Mu.
 
60: 5 Lalu engkau akan melihat, dan mengalir bersama-sama, dan hatimu akan takut, dan menjadi diperbesar;
 karena banyaknya laut akan dikonversikan kepadamu, kekuatan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. 
60: 6 Sejumlah besar unta akan menutupi engkau, yang dromedary Midian dan Efa;
 semua mereka dari Sheba akan datang: mereka akan membawa emas dan kemenyan; dan mereka akan mempertunjukkan sebagainya pujian dari TUHAN. 
60: 7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan melayani Engkau: mereka akan datang dengan penerimaan di atas mezbah tambang,
 dan Aku akan memuliakan rumah kemuliaan-Ku.
Silahkan kunjungi artikel berikut:

Referensi / Links:
http://wings.buffalo.edu/sa/muslim/library/jesus-say/ch6.10.html 
http://users.erols.com/zenithco/comparekjv.html
Kembali ke Alkitab memprediksi pembebasan Mekah(Paran) oleh 10.000 orang percaya Muslim.
Muhammad dalam Alkitab, (Yesaya 60), Ziarah ke Mekah..!
Nabi Muhammad disebutkan dan diramalkan dengan namadalam Alkitab.
Kisah rinci tentang bagaimana Ka'bah dibangun olehIbrahim dan putranya Ismail damai atas mereka.
Ka'bah adalah Rumah ALLAH SWT, dan juga disebutkandalam Alkitab.

Sebuah file AUDIO dari Dr Zaghlool Al-Najjar:

Nabi Muhammad, saw, mengklaim bahwa batu itu diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Ibrahim dan putranya Ismail, damai keduanya, untuk memberikan lokasi yang tepat dari mana Ka'bah akan dibangun oleh mereka. Kami percaya bahwa Nabi Ibrahim dan Ismail membangun Ka'bah. Para ilmuwan Barat telah menegaskan bahwa batu hitam, yang berada di dekat Ka'bah di Kota Suci Mekkah,
 adalah meteorit OBJEK luar!

**** Nabi Muhammad melarang kami menyembah batu apapun!
 ****
Batu hitam dan Ka'bah bukan obyek ibadah dalam Islam! Silahkan kunjungi:



--666--
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © Mei 2017. misteri ilahi - Rendy Ananda Aceda
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Frida Satriani Aceda Blogger